Pengertian dan Sejarah Hak Asasi Manusia(HAM)

Standar

Secara etimologis hak assi manusia dalam bahasa inggris di sebut dengan human right dan dalam bahasa arab disebut huquq al-insan (baca: huququl insan). Right dalam bahasa inggris berarti hak, kebenaran, kanan. dalam bahasa arab hak berarti lawan kebatilan, keadilan, bagian, nasib.

Hak Asasi Manusia (HAM) secara terminologis adalah wewenang manusia yang bersifat dasar sebagai manusia untuk mengerjakan, meninggalkan, memiliki, mempergunakan atau menuntut sesuatu baik yang bersifat materi maupun non materi. Leah Levin mendefenisikan ” human right meaning is moral claim which are inalienable and inherent in all human individuals by virtue of their humanity alone.” ( Hak asasi manusia berarti klaim moral yang tidak dipaksakan dan melekat pada diri individu berdasarkan kebebasan manusia). Hak itu dimiliki oleh semua manusia sebagai manusia tanpa memandang ras, etnis, agama, dan lain-lain karena ia merupakan bagian interen dari diri manusia dan ia bebas apa yang ingin dilakukan dengan hak tersebut. Siapa pun tidak berhak untuk memaksa, mencabut, dan merampas hak tersebut tanpa ada alasan yang membenarkan oleh hukum. Atas dasar itu, HAM berdiri diatas dasar prinsip kebebasan dalam hal apapun. meskipun demikian, kebebasan itu tidak absolut, tetapi relatif karena ia dibatasi oleh kebesan orang lain yang juga memiliki hak yang sama.

dalam peribahasa Arab dikatakan hurryatul abdi mahmududatun bihurriyati ghairihi. (Kebebasan seseorang dibatasi oleh kebebasan orang lain. Misalnya, seseorang bebas menghidupkan tape recorder, tetapi ia dibatasi oleh kebebasan orang lain. bahwa orang lain juga punya hak untuk tidak mende tape recorder-Nya. Karena itu itu hak dirinya dibatasi oleh kewajibannya selama tidak mengganggu orang lain. Sebagai pembatas kebebasan atas haknya adalah kewajibannya. apa yang menjadi haknya harus beriringan dengan kewajibannya untuk menghormati hak orang lain. Pandangan HAM yang sekarang menjadi tren global bukanlah hal baru yang muncul secara tiba-tiba. Secara Historis pandangan tentang HAM berasal dari pandangan tentang kemanusiaan yang melahirkan teori tentang etika dan humanisme. Pandangan tentang kemanusiaan bisa ditemukan sejak zaman Yunani Kuno dalam pemikiran etika (475 SM) selalui filsafat stoicism,  Plato dengan humanisme (427-347 SM), demokritos melalui hedonisme (460-370 SM). konsep-konsep tersebut semakin berkembang dan menyebar keperadaban Romawi dan berkembang dengan ajaran Kristen di bawah kekaisaran Romawi.

Pada abad ke 13 sampai abad ke 18 pandangan tentang kemanusiaan semakin diperkaya dan dipertegas melaui pelabagai kesepakatan baik nasional maupun internasional. Misalnya, The Treaties of West Pahalia of 1648 (kesepakatan Westhapalia pada 1648) dengan fokus utama kebebasan beragama dan pemusnahan perbudakkan. pada 1215, di Inggris, John San Tanner memprakarsai keluarnya Magna Carta yang merupakan Perjanjian Raja dengan para Barron (bangsawan). Salah satu isinya tersebut terdapat pernyataan bahwa ” setiap manusia merdeka dan memiliki kebebasan memilih.” Setelah itu muncul pandangan Brelman pada 1628 yang dikenal dengan The Oretition of right yang pada tahun 1689 diizinkan oleh Pemerintah menjadi acuan penetapan hak asasi manusia. pada 1791 terbentuk Konstitusi Amerika tentang HAM  yang dikenal dengan Bill of right yang diprakarsai oleh Thomas Jeferson (1748-1826). di Prancis Imanuel Josep Seis(1748-1836) meletakkan penegasan dan pernyataan HAM yang kemudian dikenal dengan nama Declaration of the right of man and of the citizen ( Deklarasi Hak Azasi manusia dan warga negara) yang disetujui oleh Majelis Agung sejak 26 Agustus 1789.

Pada abad 19 sampai 20 muncul kesepakatan internasinal. Misalnya, The Treaty of Washington of 1862, Document of The Conference di Brussels pada 1867 dan 1890 dan di Berlin pada 1885, the Declaration of Paris pad 1856, Konversi Genewa I pada 1864, Konversi Genewa II tahun 1906 dan Konversi Hague pada 1899 dan 1907. Pada tahun 1864 muncul kesepakatan untuk membentuk International Committe of Red Cross ( Palang Merah International) yang sangat membantu terhadap perkembangan dan pendasaran HAM.

Pada abad ke 19 dan 20 ini penghargaan terhadap manusia ini diadopsi ke dalam hukum legal sebuah negara meliputi hak kebebasan warga, hak sosial ekonomi, dll. meskipun dalam kenyataannya sering dilanggar. pada 1929 lahir kesepakatan Kelog tentang kewarganegaraan disusul kemudian Institut Nasional New york 12 Oktober 1929 yang memberikan batasan mengenai teori modern nilai-nilai kemanusiaan, yang persamaan hak bagi setiap individu dalam hidup, dalam kebebasan, kepemilikan, menyatakan pendapatnya dalam agama tentang kebebasan penuh, kebebasan memakai bahasa dan mengajarkan bahasa yang dipilihnya.

Pada tanggal 14 April 1941, Piagam Atlantik dideklarakasikan oleh Rosevelt dan Churchill. dari piagam inilah kemudian deklarasi tentang HAM mencapai puncaknya pada 10 Desember 1948 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dikenal dengan Declaration of Human Right yang isinya mencakup hak-hak dasar manusia berpendapat, menyatkan: hak hidup bagi setiap individu, kebebasan berpendapat, menyatakan hak milik individu berupa pengajaran, persamaan untuk menyempurnakan dasar-dasar tentang HAM  seiring dengan perkembangan zaman. dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa HAM adalah sebuah ikhtiar untuk memuliakan manusia sebagai manusia agar satu sama lain saling menghormati tanpa mengenal batas ras, etnis, agama, dan bangsa.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s