Pengertian Tuhan Dalam Ajaran Islam

Standar

Allah Sebagai Khalik (Pencipta)

Bagaimana kita membuktikan bahwa Allah itu ada? Cobalah kita perhatikan benda-benda disekeliling kita, di rumah terdapat meja, kursi, almari, TV, Komputer, dan segala maca perabotan, alat-alat dapur dan sebagainya. Apakah semua itu terjadi dengan sendirinya? Tentu tidak, semua itu pasti ada yang membuatnya. Siapakah yang membuatnya? Meski kita tidak tahu namanya, bagaimana bentuk tubuhnya, warna kulitnya, tetapi kita yakin bahwa yang membuat barang-barang itu tentulah manusia. Kita tentu akan menolak jika ada yang mengatakan bahwa barang-barang itu ada dengan sendirinya. Akal kita tidak menerima kalau benda-benda itu dibuatoleh hewan, atau yang serupa dengan benda itu. Misalnya meja, dibuat oleh manusia yang rupa dan jenisnya seperti meja.

Bila kita arahkan pandangan ke lingkungan yang lebih luas lagi, kita akan menemukan banyak benda berupa hewan, ada yang jinak dan liar, yang berkaki dua, dan empat. Ada yang terbang dan ada pula berjalan lamban. Kita juga  dapat menjumpai beraneka jenis tumbuh-tumbuhan, tanaman lunak dank eras. Ada yang berpohon menjalar, dan ada pula yang tinggi. Buahnya juga beraneka macam. Besar, kecil dengan rasa manis, kecut dan pahit. Bunga-bungaan juga menampilan aneka macam warna indah yang menyenangkan mata memandangnnya.

Kita berkeyakinan bahwa tak mungkin benda-benda itu terjadi dengan sendirinya. Pastilah ada yang menciptakan, meskipun kita tidak pernah melihat penciptnaya. Kita pun menolak kalau dikatakan bahwa yang mencipta itu sama dengan benda-benda yang diciptakan. Pencipta ayam sama dengan ayam, pencipta manusia sama dengan manusia. Atau setidak-tidaknya ada keserupaan pencipta dengan makhluk, mempunyai mata, telinga, hidung, berwajah, berkaki, bertangan, dan sebagainya. Atau mungkinkah patung dapat menciptakan sesuatu. Kalau ya, alangkah lucunya dan kalau tidak mengapa ada yang menyembahnya, atau mengangkatnya sebagai Tuhan?

Pencipta memang tidak sama dengan yang dicipta. Khalik tidak sama dengan makhluk. Ia adalah Zat Yang Wajib Adanya ( zat Wajibul Wujud). Bagaimana jenis dan bentuknya bukanlah jangkauan akal manusia, karena itu kita dilarang memikirkan Zat Tuhan. Pikirkanlah ciptaan-Nya, janganlah pikirkan zat-Nya. Dengan melihat ciptaan yang begitu menakjubkan, kita percaya bahwa yang mencipta tentulah lebih Agung lagi.

62.  Allah menciptakan segala sesuatu dan dia memelihara segala sesuatu.

63.  Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka Itulah orang-orang yang merugi

255.  Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.

114.  Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu[946], dan Katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s