Kewajiban Menuntut Ilmu Pengetahuan

Standar

Salah satu perintah Allah bagi hamba-hambanya ialah kewajiban menuntut ilmu pengetahuan sebagaimana yang tersurat dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah QS. 9: 122.

122.  Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka Telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Pengertian yang kita petik dari ayat ini bahwasanya menuntu ilmu pengetahuan adalah suatu perintah (amar) sehingga dapat dikatakan suatu kewajiban. Yang dimaksud ilmu pengetahuan disini adalah ilmu agama. Akan tetapi harus kita sadari bahwa agama adalah merupakan pedoman bagi kebahagian dunia akhirat, sehingga ilmu yang tersimpul dalam agama tidak semata ilmu yang menjurus kepada urusan ukhrawi, tetapi juga ilmu yang mengarah kepada duniawi.

Dengan kata lain bahwa Allah mewajibkan kepada umat-Nya untuk menuntut ilmu pengetahuan tentang urusan kedamaian sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran agama, yakni untuk kebahagian dan kemaslahatan. Pengertian ini kita dasarkan atas kenyataan dalam menghadapi persoalan yang harus dipecahkan dan memerlukan kontribusi ilmu pengetahuan.

Al-qur’an Surat Al-Mujaadilah, QS. 58: 11.

11.  Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang dibarengi dengan iman diberikan derajat atau status. Namun dibalik itu mampu berpikir dalam memecahkan persoalan kehidupan. Dalam kaitannya manusia sebagai makhluk berpikir (Ulil al-bab), berpikir merupakan kegiatan psikis manusia. Dengan berpikir diharapkan manusia mampu menghadapi permasalahan hidupnya. Kualitas berpikir, akan menentukan kualitas manusia. Berpikir Ilmiah merupakan metode berpikir kontemporer. Bagaimana konsep Berpikir ilmiah dalam perspektif ajaran Islam?

Tinjauan etimologi akan menjawab secara lugas bahwa istilah ilmu berasalah dari Al-quran. tentang pengertian ilmu secara ilmiah, pengusulannya dimulai dari kata empirik di mana kata tersebut ditemukannya. setelah itu diamati dalam arti, dicermati pengertiannya, baik dari tinjauan morfologi maupun tinjauan sintaksis. Secara morfologi kata ilmu adalah masdar (dasar Kata). Kata-kata di dalam Al-quran yang berkonotasi sebagai bentukan dari kata tersebut adalah alima-ya’lamu(fi’il mudharri’), atau menjadi allama-yu’allimu(fa’il mazid), aalimun  (isim fa’il), ‘alim (sifat mushabbahah), allam (mubalaghah), dan lain-lain. Di dalam Al-qur’an terdapat lebih kurang 770 ayat yang secara redaksional mengungkapkan kata-kata ilmu dan yang berkonotasi dengan itu. untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam tulisan ini, hanya diangkat beberapa ayat saja. salah satunya sebgai berikut.

QS. Ar-Rahmaan (55): 1-2.

artinya= 1.  (Tuhan) yang Maha pemurah, 2.  Yang Telah mengajarkan Al Quran.

Ayat tersebut secara lugas diartikan bahwa Alquran adalah ilmu. jika Al-quran diyakini sebagai wahyu, maka ilmu adalah wahyu. wahyu adalah sederetan informasi dari Allah kepada manusia melalui Rasul-Nya, tentang apa, dan bagaimana seharusnya manusia itu. selanjutnya Allah berfirman : QS. Ar-Rahmaan (55):3-15.

artinya= 3.  Dia menciptakan manusia. 4.  Mengajarnya pandai berbicara. 5.  Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. 6.  Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada nya. 7.  Dan Allah Telah meninggikan langit dan dia meletakkan neraca (keadilan). 8.  Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. 9.  Dan Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. 10.  Dan Allah Telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya). 11.  Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. 12.  Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. 13.  Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 14.  Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, 15.  Dan dia menciptakan jin dari nyala api.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s